Selasa, 25 Mei 2010

Pengawalan Sistim Integrasi Sapi-Sawit

Informasi Puslitbangnak - Berita

Dalam rangka mendukung program nasional Pencapaian Swasembada Paging Sapi (PSDS) tahun 2014, Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Peternakan berinisiasi untuk mensinergiskan salah satu kegiatan terkait dengan sistem integrasi sapi di perkebunan kelapa sawit (SISKA). Pertemuan koordinasi telah dilakukan dengan instansi terkait, yakni Dit. Tanaman Tahunan, Ditjen Perkebunan, Dit. Budidaya Ternak Ruminansia, Ditjen Peternakan, BB Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, BB Alat dan Mekanisasi Pertanian, Bbalitvet serta UPT lingkup Puslitbang Peternakan (Balai Penelitian Ternak dan Loka Penelitian Sapi Potong). Pertemuan ini dilaksanakan di Bogor pada tanggal 23 Pebruari 2010 yang dihadiri oleh sekitar 25 peserta dari instansi terkait. Tujuan pertemuan ini adalah:
  • mengetahui dan meng- up date perkembangan kegiatan SISKA,
  • mengidentifikasi permasalahan (teknis dan non teknis) yang dihadapi di lapang, dan
  • memformulasikan implementasi SISKA ke depan melalui kerjasama lintas sektoral yang efektif.

Berbagai capaian kinerja SISKA dan kendala yang dihadapi terungkap dalam pertemuan ini. Forum ini diharapkan dapat mensinergiskan hasil-hasil inovasi teknologi yang dihasilkan oleh lembaga penelitian dalam membantu memecahkan permasalahan di lapang serta peluang perbaikan dan penyempurnaan yang dapat dilakukan dalam rencana kerja tahun 2010 antar instansi terkait.

Upaya tindak lanjut:

  1. Pengembangan program SISKA di perkebunan rakyat pertu diarahkan pada suatu gerakan yang terkonsentrasi dengan orientasi bisnis melalui penyediaan bibit unggul dan introduksi teknologi, sehingga dapat diharapkan peluang keuntungan yang layak. Perlu adanya spesifikasi jenis usaha sapi untuk tujuan tertentu: yaitu pembibitan, penggemukan serta kombinasi penggemukan dan pembibitan; dengan tetap memperhatikan keragaman kondisi wilayah maupun sosial ekonomi masyarakat setempat.
  2. Perlu adanya kesamaan pemahaman prinsip-prinsip dasar kegiatan SISKA oleh pihak-pihak terkait dengan penerapan cabang usahatani ternak pada perkebunan kelapa sawit serta model integrasi yang akan dipilih (tidak semua wilayah cocok dengan pola SISKA Bengkulu yang sangat spesifik). Pada dasarnya implementasi program ini harus kompatibel dan integratif sehingga mampu menjadi alternatif solusi bagi para pelaku usaha akibat harga sawit yang sangat fluktuatif di pasar internasional.
  3. Kegiatan pengawalan program integrasi sangat diperlukan, yang dapat disinergiskan dengan program Ditjen Peternakan. Program ini meliputi: SMD, LM3, dan Satgas PSDS, dimana untuk tanaman-sapi dari 20 propinsi prioritas PSDS, 7 propinsi diantaranya adalah propinsi yang memiliki program integrasi sawit-sapi.
  4. Penentuan lokasi pilot project untuk kegiatan pengawalan bagi instansi terkait menjadi penting, sehingga diperlukan kesamaan persepsi dalam hal ini. Sasaran introduksi program ini adalah tumbuhnya kegiatan serupa oleh petani pekebun secara swadaya, kredit perbankan, bantuan perusahaan inti, misal dalam bentuk CSR.
  5. Puslitbang Peternakan harus segera melakukan koordinasi dan pembagian tugas dengan UK/UPT lingkup Badan Litbang Pertanian yang akan terlibat dalam pengawalan program SISKA. Kerjasama dan koordinasi dengan DitjenBun dan DitjenNak serta PTPN dan Swasta harus diutamakan untuk pendampingan kegiatan SISKA pada perkebunan rakyat atau plasma. Sedangkan SISKA yang akan dilakukan PTPN dan Swasta dapat diiakukan secara mandiri

Tidak ada komentar:

Posting Komentar